Pusat Vulaknologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mendatangkan dua alat pengukur untuk dapat mendeteksi aktivitas Gunung Slamet. Saat dihubungi melalui telepon seluler, Ketua PVMBG Ahmad Hendrasto juga mengatakan dua alat tersebut didatangkan bersama tim dari Jakarta.

"Yang jelas ada dua alat yang didatangkan adalah seismometer dan tiltmeter. Alat tersebut datang bersama tim dan baru datang tadi pagi di sini (Pos Gambuhan Pemalang)," ujarnya, Jumat (14/3).

Dengan didatangkannya alat tersebut, jumlah alat yang mendeteksi aktivitas Gunung Slamet saat ini telah menjadi empat seismometer dan satu tiltmeter. Sebelumnya, ada tiga seismometer yakni di Gunung Cilik, Gunung Buncis dan Jurangmangu di Lereng Gunung Slamet.

Meski begitu, Hedrasto belum bisa memastikan titik penempatan alat tersebut. "Saat ini kami belum dapat menentukan titiknya, tetapi kemungkinan esok pagi alat tersebut akan dipasang," ucapnya.

Tiltmeter sendiri juga merupakan alat untuk dapat mengukur kembang kempis atau pembengkakan gunung ketika akan terjadi letusan. Dari pantauan di Posko Gambuhan pada Jumat (14/3), telah terjadi 44 kali gempa embusan.

"Memang ada peningkatan gempa embusan dibanding hari kemarin, tetapi masih dalam range status waspada," katanya.

Gempa embusan tersebut telah mengeluarkan abu berwarna kecokelatan dengan ketinggian sekitar 600 meter- 1.200 meter ke udara. "Abu tersebut merupakan material lama dan diharapkan warga jangan panik, karena gempa embusan masih mengeluarkan material lama," ucapnya.

Gunung Slamet waspada, PVMBG pasang alat pengukur aktivitas

Artikel lainnya »